Rabu, 06 Februari 2013

Tak Ingin Ada Yang Tau


Hey kamu ! Taukah sekarang aku sedang apa ?
Menangis ? ah ,
Aku hanya sedikit mengeluarkan getah yang keluar dari duri yang tertancap di hatiku sudah lama.
YA ! sudah lama ... cukup lama karena aku sendiri sudah tak mampu menghitung berapa kali aku melakukannya . Hal yang cukup bodoh untuk diketahui siapapun dan aku malu jika ada yang tahu aku melakukannya.
Malu pada diriku sendiri ... bukankah ini resikoku untuk mencintaimu ? lalu mengapa aku menangis ?
Mencintaimu sungguh begitu terasa sulit , namun aku masih berdiam diri dan tak ingin beranjak darimu . Aku berada di pihak yang salah , sangat salah , apabila ada sesuatu yang terjadi antara kamu dengannya dan itu menyakitimu , aku yang seharusnya disalahkan . sungguh aku berada di pihak yang tidak akan benar dihadapanmu bahkan di hadapan orang lain.
Seharusnya kau menolak kehadiranku sejak awal , sehingga aku tak jatuh terlalu dalam untuk mencintaimu .. apalah .. takdir berkata lain nyatanya
Sekarang ? akulah wanita bodoh di dunia ini yang masih ingin bertahan dengan kebodohannya. Apa yang aku tunggu darimu ? merusak hubunganmu dengannya ? kejam sekali diriku . tapi, Tuhan hanya ingin membuatku merasakan cinta kembali dari seorang kaum adam , yang mampu mengobati perih dari orang yang hanya ingin menginginkan manisku.
Aku sungguh tak akan pernah menyalahkanmu , sekali lagi , akulah pihak yang bersalah. Kau hadir saat aku rapuh , kau ulurkan tanganmu dan membantuku berdiri . dan saat kau yakin bahwa aku sudah sembuh , kau ingin melepaskan genggamanmu saat itu . tapi lihat ! aku masih ingin tangan hangatmu memelukku erat !
Kata-katamu terlalu manis untukku , sehingga aku tak mampu meninggalkanmu.
Janji-janjimu cukup membuatku terhanyut dalam mimpi, dan terjaga lelap dalam tidurku
Setiap kali melihatmu dengannya , ku akui aku memang cemburu. Cemburu karena bukan hanya aku yang membuatmu dapat tersenyum , cemburu bukan hanya aku yang kau cinta. Dan setiap kali aku cemburu , selalu saja aku menangis . aku kehilangan diriku yang dulu , wanita yang tak suka airmata. Tapi entah mengapa sejak saat itu , aku selalu menjatuhkan airmata ketika aku takut akan kehilanganmu. Aku selalu menangis ketika terfikir orang yang aku cintai pergi meninggalkanku. Dan setiap kali aku menangis , aku ingin menikmati tangisanku sendiri saja , aku tak ingin kau tau , tak ingin ada yang tau , sungguh cukup aku sendiri yang merasakan pedihnya ini !
Begitu sering , hingga aku berdoa cukup Tuhan saja yang menghitungnya . aku tak kuasa ...
Ketika aku dihadapanmu , aku selalu sembunyikan mata sembabku , aku akan tersenyum kepadamu , walaupun aku tahu kau baru saja tertawa dengannya.

Tuhan , ijinkanlah dia menikmati kebahagiaannya ...
Ijinkanlah dia bahagia.. Ijinkanlah dia merasakan cinta yang bukan dari hamba saja ... dia begitu indah bagi hamba ,Tuhanku .
Apapun akan kulakukan untuk membuatmu cukup tersenyum
Apapun ... yaa .. apapun
Pahit pun itu aku tak peduli karna aku sudah terbiasa menghirup sesak getirnya perasaan ini ...
Semoga ini berujung baik padaku dan padamu agar ada arti dari segala air mata yang jatuh selama ini untukmu .. sungguh agar air mataku yang sudah tertumpah tak sia-sia .. walau aku tiada arti untukmu , yaa aku tau , dialah satu-satunya wanita yang membuatmu melihatnya begitu berharga , dan tak sedemikian itu padaku ...
Maaf sayang ,terlalu sering aku mengganggumu sehingga aku tak berani ungkapkan bahwa saat ini aku menangisimu ... terlalu sering aku menangisimu hingga aku melemah ... tak berdaya dan tak ingin ada yang tau , cukup aku dan Tuhanku yang tau...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar