Hey kamu ! Taukah sekarang aku sedang apa ?
Menangis ? ah ,
Aku hanya sedikit mengeluarkan getah yang keluar dari duri
yang tertancap di hatiku sudah lama.
YA ! sudah lama ... cukup lama karena aku sendiri sudah tak
mampu menghitung berapa kali aku melakukannya . Hal yang cukup bodoh untuk
diketahui siapapun dan aku malu jika ada yang tahu aku melakukannya.
Malu pada diriku sendiri ... bukankah ini resikoku untuk
mencintaimu ? lalu mengapa aku menangis ?
Mencintaimu sungguh begitu terasa sulit , namun aku masih
berdiam diri dan tak ingin beranjak darimu . Aku berada di pihak yang salah ,
sangat salah , apabila ada sesuatu yang terjadi antara kamu dengannya dan itu
menyakitimu , aku yang seharusnya disalahkan . sungguh aku berada di pihak yang
tidak akan benar dihadapanmu bahkan di hadapan orang lain.
Seharusnya kau menolak kehadiranku sejak awal , sehingga aku
tak jatuh terlalu dalam untuk mencintaimu .. apalah .. takdir berkata lain
nyatanya
Sekarang ? akulah wanita bodoh di dunia ini yang masih ingin
bertahan dengan kebodohannya. Apa yang aku tunggu darimu ? merusak hubunganmu
dengannya ? kejam sekali diriku . tapi, Tuhan hanya ingin membuatku merasakan
cinta kembali dari seorang kaum adam , yang mampu mengobati perih dari orang
yang hanya ingin menginginkan manisku.
Aku sungguh tak akan pernah menyalahkanmu , sekali lagi ,
akulah pihak yang bersalah. Kau hadir saat aku rapuh , kau ulurkan tanganmu dan
membantuku berdiri . dan saat kau yakin bahwa aku sudah sembuh , kau ingin
melepaskan genggamanmu saat itu . tapi lihat ! aku masih ingin tangan hangatmu
memelukku erat !
Kata-katamu terlalu manis untukku , sehingga aku tak mampu
meninggalkanmu.
Janji-janjimu cukup membuatku terhanyut dalam mimpi, dan
terjaga lelap dalam tidurku
Setiap kali melihatmu dengannya , ku akui aku memang
cemburu. Cemburu karena bukan hanya aku yang membuatmu dapat tersenyum ,
cemburu bukan hanya aku yang kau cinta. Dan setiap kali aku cemburu , selalu
saja aku menangis . aku kehilangan diriku yang dulu , wanita yang tak suka
airmata. Tapi entah mengapa sejak saat itu , aku selalu menjatuhkan airmata
ketika aku takut akan kehilanganmu. Aku selalu menangis ketika terfikir orang
yang aku cintai pergi meninggalkanku. Dan setiap kali aku menangis , aku ingin menikmati
tangisanku sendiri saja , aku tak ingin kau tau , tak ingin ada yang tau ,
sungguh cukup aku sendiri yang merasakan pedihnya ini !
Begitu sering , hingga aku berdoa cukup Tuhan saja yang
menghitungnya . aku tak kuasa ...
Ketika aku dihadapanmu , aku selalu sembunyikan mata
sembabku , aku akan tersenyum kepadamu , walaupun aku tahu kau baru saja
tertawa dengannya.
Tuhan , ijinkanlah dia menikmati kebahagiaannya ...
Ijinkanlah dia bahagia.. Ijinkanlah dia merasakan cinta yang
bukan dari hamba saja ... dia begitu indah bagi hamba ,Tuhanku .
Apapun akan kulakukan untuk membuatmu cukup tersenyum
Apapun ... yaa .. apapun
Pahit pun itu aku tak peduli karna aku sudah terbiasa
menghirup sesak getirnya perasaan ini ...
Semoga ini berujung baik padaku dan padamu agar ada arti
dari segala air mata yang jatuh selama ini untukmu .. sungguh agar air mataku
yang sudah tertumpah tak sia-sia .. walau aku tiada arti untukmu , yaa aku tau
, dialah satu-satunya wanita yang membuatmu melihatnya begitu berharga , dan tak
sedemikian itu padaku ...
Maaf sayang ,terlalu sering aku mengganggumu sehingga aku
tak berani ungkapkan bahwa saat ini aku menangisimu ... terlalu sering aku
menangisimu hingga aku melemah ... tak berdaya dan tak ingin ada yang tau ,
cukup aku dan Tuhanku yang tau...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar